Minggu, 28 Juli 2013

Sosialisasi Untuk Kelompok Ibu Hamil dan Anak di Posyandu RW 27

            
Sosialisasi Untuk Kelompok Ibu Hamil dan Anak di Posyandu RW 27 dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2013 di Bunda Mandiri. Sosialisasi ini didasari karena posyandu tidak melakukan pengarahan bagi ibu hamil dalam hal kebutuhan gizi saat hamil dan informasi mengenai tahapan perkembangan janin selama kehamilan. Sementara pengetahuan ibu terhadap pentingnya gizi dan perkambangan janin penting sebagai dasar bagi ibu untuk mengoptimalkan perkembangan janin dan mengurangi resiko patologi selama pre dan postnatal. Dengan kata lain, tidak ada pendampingan mengenai kebutuhan gizi, kesehatan, dan perkembangan janin masa prenatal dan postnatal. 

Masa kehamilan merupakan masa-masa awal perkembangan bayi dan dapat mempengaruhi perkembangan anak pada masa selanjutnya. Tiga bulan atau trimester pertama merupakan masa kritis perkembangan janin. Namun seringkali Bunda tidak menyadari kehamilan karena memang pada masa ini janin tidak melakukan pergerakan. Pada usia 0 – 1 bulan kehamilan, sel-sel akan membelah diri dengan sangat pesat untuk membentuk organ-organ seperti otak, ginjal, jantung, organ pencernaan. Usia 1 – 2 bulan, ukuran janin akan mencapai sekitar 1 inci (kurang lebih 2,5 cm) dengan ukuran kepala menacapai setengah dari panjang badan janin. Hal ini menunjukkan bahwa organ pertama yang berkembang pada janin adalah otak. Sehingga Bunda, asupan yang dibutuhkan untuk pembentukkan otak sangat penting untuk diberikan sejak awal masa kehamilan.

          Mulai usia 3 bulan, ukuran janin mencapai 3 inci, dan sudah mulai “hidup” dengan bayi mulai bernafas dalam tahap ini. Janin sudah mulai mampu menggerakkan kaki, kepala, jari-jari, membuka dan menutup mulutnya namun belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh ibu.  Janin berusia 4 bulan sudah mencapai panjang 8-10 inci, dengan ukuran kepala dan badan yang sudh mulai seimbang sebagaimana bayi lahir. Menginjak usia 5 bulan, berat tubuh janin sudah mencapai sekitar 1 kilogram dengan panjang tubuh sekitar 30cm. pada usia ini, janin sudah memiliki jam tidur dan jam bangun, memiliki posisi yang disenangi di dalam rahim, menjadi semakin aktif bergerak.

        Pada usia 6 bulan, pertumbuhan bayi tidak lagi pesat sebagaimana bulan-bulan sebelumnya. Dengan bobot tubuh yang lebih berat, disempurnakan dengan mata yang sudah terbentuk dan mampu membuka, menutup, dan dapat bergerak dan melihat ke segala arah. Usia 7 bulan, gerakan yang dihasilkan oleh janin semakin kuat. Jika Bunda hanya merasakan seperti tendangan di perut, janin sebenarnya sudah dapat menangis, bernafas, dan menelan, serta mengisap ibu jari.

         Usia 8 bulan, janin sudah cukup kuat, secara umum bobot tubuh janin dapat mencapai 2,5 hingga 3,5 kilogram. Lemak di bawah kulit bayi mulai muncul, sehingga memungkinkan bayi untuk menyesuaikan diri terhadap suhu yang bervariasi nantinya setelah lahir. Pada usia 9 bulan, bayi siap lahir dan bertumbuhan janin justru berhenti pada seminggu terakhir menjelang kelahiran. Yang terus berkembang adalah jaringan lemak yang berfungsi untuk penyesuaian suhu udara diluar kandungan setelah bayi lahir. Pada usia ini, semua sistem organ bayi berfungsi secara lebih optimal dengan detak jantung yang semakin cepat karena mempersiapkan badan bayi yang harus mulai mandiri mencukupi kebutuhan asupan oksigen setelah terlepas dari plasenta ibu yang selama ini memenuhi kebutuhan makan dan oksigen bagi janin.  

             Berbagai hal yang dapat mempengaruhi kondisi janinProses-proses perkembangan janin dalam kandungan Bunda merupakan proses yang perlu mendapat perhatian agar bayi yang nantinya lahir dapat tumbuh dan berkembang secara sempurna karena baik organ-organ penopang kehidupan seperti jantung, pencernaan, pernafasan, organ seperti otak, bahkan kelengkapan fisik anak terbentuk sejak dalam masa kandungan. Maka ada beberapa hal yang penting untuk menjadi perhatian Bunda selama masa kehamilan, diantaranya adalah
1.      Gizi
2.      Aktivitas fisik dan kerja
3.      Konsumsi Obat
4.      Nikotin (rokok)









            Selain itu, masih ada sejumlah balita yang mengalami gizi kurang. Padahal gizi sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. maka untuk mengoptimalkan potensi balita diperlukan peningkatan gizi. di samping gizi, untuk mendukung perkembangan potensi secara optimal diperlakukan pengetahuan ibu terkait tahap-tahap perkembangan dan masa-masa emas bagi anak agar proses belajar dapat disesuaikan dan dikontrol berdasarkan tahap perkembangan anak. Usia balita 1 hingga 5 tahun merupakan masa emas, masa yang istimewa anak. Seorang tokoh psikologi Sigmund Freud mengatakan masa dimana anak merusia 1 hingga 5 tahun merupakan masa yang mempengaruhi kehidupan seseorang pada masa-masa berikutnya atau masa dewasanya. Sehingga, usia balita merupakan kesempatan bagi ibu untuk memberikan stimulus-stimulus karena pada masa ini lah kemampuan kognitif (kemampuan berpikir, Latham et.al., 2008), fisik, dan kemampuan emosi anak mulai berkembang.

 Terdapat enam tahap perkembangan kemampuan kognitif :
  1. Lahir – 1 bulan : anak mengembangkan kemampuan untuk menggunakan reflex alamiah.
  2. 1 – 4 bulan : anak akan mengulangi perilaku yang menyenangkan bagi mereka, seperti menghisap jari.
  3. 4 – 8 bulan : anak mulai tertarik dengan rangsangan dari luar atau dari lingkungan luar. Anak mulai merespon, melakukan interaksi dan mengamati kegiatan yang terjadi di sekitarnya.
  4. 8 – 12 bulan : anak mulai mengerti dengan tindakan yang mereka lakukan dan mengerti tujuan perilaku yang akan mereka lakukan.
  5. 18 – 24 bulan : anak mulai mampu mengingat peristiwa serta symbol-simbol serta mampu bertindak sesuai dengan ingatan dan pemahamannya atas symbol-simbol tersebut.
  
            

0 komentar :

Poskan Komentar

YoWindow.com Forecast byyr.no
SUARA WARGA KALONGAN